Saturday, October 25, 2014

#Indonesiandream

"Jangan beri seseorang ikan karena akan dimakannya hari ini. Ajarilah ia memancing, karena dengan keterampilannya akan dapat makan ikan selama hidupnya’’.
Itulah yang seharusnya kita lakukan pada negara ini. Pemberdayaan masyarakat seharusnya diterapkan dalam pembangunan di Indonesia. Berbasis pada community dimana masyarakat sebagai penggagas ide dan konsep pembangunan yang kemudian di dampingi oleh para stake holder, akademisi, perencana dalam merencanakan pembangunan pada daerah mereka. 
Anything is possible. Salah satu cerita pengalaman dari Bapak Imam Budidarmawan Prasodjo, Ph.D pada jumat pagi di Pasca Sarja UGM. Beliau menceritakan tentang sisi lain di saat konflik Ambon. Desa dengan mayoritas penduduknya beragama islam dan desa yang mayoritas beragama kristen bergotong royong membangun sekolah. Hal ini didasari karena ada tujuan yang sama dan saling menguntungkan,  walaupun ada kepentingan lainnya tapi mereka punya satu visi untuk mewujudkan pendidikan bagi anak-anak mereka. Beberapa bulan kemudian sekolah pun jadi!!

Sungguh hebat bukan? ditengah konflik seperti itu tetapi dua kelompok yang berbeda dapat saling bahu membahu untuk mewujudkan impian bersama. Karena kita tahu dengan gotong royong dapat merekatkan kembali persaudaraan yang dulu pernah terputus. 

Sehingga sesuai dengan pepatah diatas, jangan hanya memberikan hasil jadi dari pembangunan seperti jalan, rumah susun, pasar baru, atau apalah yang memang tidak mereka butuhkan. Kadang kita juga suka memberikan uang kepada pengemis di jalanan yang malah membodohi mereka. Memang itu cara yang singkat dan cepat tapi tidak akan merubah mereka.  

Apa yang harus kita lakukan? 

Mulalilah dengan meningkatkan sences of our society yang akan meningkatkan rasa turut prihatin dan membantu untuk mereka. Mulailah dengan mendengar kemudian gunakanlah ide-ide kreatif kita dalam menuntun masyarakat lokal dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan pada masyarakat. #agenperubahan #indonesiandream!!


Sunday, September 21, 2014

random post

Akhir-akhir ini entah mengapa terasa sangat lemah dan suka menunda pekerjaan. Malas mencuci, malas keluar kamar, malas nyapu, kenapa ini wahai gerangan? Dan ujung-ujungnya selalu merasa bersalah sama diri sendiri karena ga mampu menyelesaikan pekerjaan..... Dan bersalah juga akan kemageran ini jadi gabisa ikut-ikut kegiatan..... why oh why. Semoga tidak berdampak lama, amin!

Saturday, September 20, 2014

Pohon Bakau - Mangrove tree

Rhizophora Sp atau tanaman bakau adalah tanaman yang tumbuh di atas rawa berair payau. Dapat ditemukan di sepanjang garis pantai, teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak dan muara sungai. Tumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Bakau biasanya hidup secara berkelompok dengan tumbuhan lain yang kemudian membentuk suatu ekosistem yaitu hutan bakau. Hutan Bakau mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai seawall alami dari abrasi air laut, rumah bagi berbagai macam biota laut, tempat hidup dan mencari makan berbagai etnik burung, dan ternyata tumbuhan ini dapat menyimpan lebih banyak karbon ketimbang tumbuhan lainnya, wow!! (hasil penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR) dan USDA Forest Service)

Kemaren saat survey studio wilayah ke Kab.Demak, aku dan teman-temanku sempat datang ke daerah yang sering terkena banjir rob di kec. Sayung. Disana, sepanjang garis pantainnya sudah di tanami oleh tanaman bakau dan sejenisnya yang membentuk hutan bakau. Hal itu dilakukan untuk mengurangi abrasi air laut karena sebelumnya sudah ada satu desa, satu daratan desa yang hilang akibat banjir rob sehingga tidak dapat dihuni oleh masyarakatnya. Bedol desa dilakukan demi mengusikan dan memindahkan masyarakatnya dari desa tersebut supaya dapat melanjutkan aktivitasnya yang sempat lumpuh di desa asal mereka.


Baru pertama kali dan mengetahui bahwa tanaman bakau memiliki buah yang tidak dapat dimakan. Buahnya berbentuk panjang dengan ujungnya seperti buah jambu monyet. Dibawahnya yang menjulur panjang adalah bakal tunas dari pohon bakau. Buahnya menjuntai dari ranting-ranting dahan pohon bakau. Aku meminta satu buahnya dari anak-anak kecil yang sedang mengumpulkan buahnya untuk mereka tanam kembali. 


Ini ada beberapa foto buah bakau yang sempat kuabadikan,





Semoga makin banyak bakau yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai pulau Indonesia :')

Referensi:

http://kuseri-gembong.blogspot.com/2011/10/buah-mangrove-bisa-dimakan-dari.html
http://saripedia.wordpress.com/tag/rhizophora-sp/

Sunday, August 24, 2014

my home in Yogyakarta

Aku mendadak menjadi warga sementara Yogyakarta dikarenakan di tahun 2012 lalu aku keterima di PWK UGM. Ga pernah kepikir untuk melanjutkan studi di sini karena ga ada relasi atau keluarga di luar dari Jawa barat dan banten tapi bersyukur bisa keterima di salah satu universitas tertua di Indonesia ini.

Sejak saat itu, pertama kalinya aku jauh dari keluarga dan teman-teman juga karena yang keterima disini hanya mungkin 16 orang dari smaku.

Mulai belajar untuk mengurus semuanya sendiri, layaknya orang dewasa. Dari berangkat ke kampus, nyuci baju, masak buat makan dan bekel, setrika, ngepel dan lain-lain. (karena dari dulu biasanya ada supir dan mba).

Disini, di kota ku yang baru, banyak aku kena teguran dan pelajaran hidup. Mulai dari teman-temanku yang sungguh beragam dari ujung indonesia bagian barat hingga timur kemudian dari dosen-dosenku yang ga pernah marah tapi kalo ngasih tugas ya bejibun terus organisasi dan komunitas yang aku ikutin. Sangat membuka mataku, hati dan telinga.

Dari semua yang telah kulalui (walau baru 2 tahun) aku udah punya keluarga baru disini, senang rasanya... Saling mengingatkan jika kita ada salah, saling menolong dan mensupport jika kita sedang dalam jatuh terkena musibah.

Keluarga kecilku, sahabat dan teman-temanku, tanpa kalian aku bukan siapa-siapa.....

Saturday, July 12, 2014

older post - MOTHER




Ini adalah tulisan yang sangat indah. 
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah 
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah 
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi 
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan. 
’Apakah jalannya jauh?’ tanyanya. 
Pemandunya menjawab: ’Ya, dan jalannya berat. 
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini... 
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’ 

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia.
Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini. 
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka 
Sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. 
Matahari bersinar atas merekad an ibu muda itu berseru: 
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai. 
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. 
Ibu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. 
Anak-anak itu berkata: ’Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat. 
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka.
Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah.
Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: 
’Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus. 
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ’Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’ 

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata: 
’Hari ini lebih baik daripada yang lalu karena anak-anakku sudah belajar daya tahan 
menghadapi beban hidup.. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian.
Hari ini saya memberi mereka kekuatan.’

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. 
Awan perang, kebencian dan kejahatan. 
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. 
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’ 
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi 
yang menuntun mereka melalui kegelapan. 
Dan malam harinya ibu itu berkata: ’Ini hari yang terbaik 
karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. 
Ibu menjadi tua, kecil dan bungkuk. 
Tetapi anak-anaknya tinggi, kuat dan berjalan dengan gagah berani. 
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya. 
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat 
sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. 
Ibu berkata: ’Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. 
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. 
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.’ 

Dan anak-anaknya menjawab: ”Ibu selalu akan berjalan bersama kami... 
meskipun ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’ 
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri... 
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. 
Dan mereka berkata: ”Kita tak dapat melihat ibu lagi tetapi dia masih bersama kita.” 
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup. 

Ibumu selalu bersamamu…. 
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan. 
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci. 
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit. 
Ibumu hidup dalam tawa candamu. 
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. 
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. 
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu/ 
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. 
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian. 

Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian! 

Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal. 
Semoga kita tidak pernah mengabaikan begitu saja ibu kita… 

Teruskan juga pada para laki-laki…. Karena mereka juga punya ibu.

*old post from my sister' friend, enjoy for read :)

Friday, July 11, 2014

Ramadhan 2014

Hola! This is my first experience ramadhan in Yogyakarta, far-far away from my sweet home. It probably different cause i have to cook for sahur and also break fasting by myself.
Then in this month, fortune angle not in my side for everything like my GPA, financial, my body weight, achievement, and so on...... Angry? Yes! Sad? Absolutely!!!

This feeling make me crazy, like i want to jumping on slop from 500 feet, running from jogja to karimunjawa, sailing from sabang to merauke, diving til the deepnest ocean base.... Oh my God!!!

*Istigfar..... (syahdu momment)

And then i saw my oldest creature. Something that make me smile for none reason....

So long ago this creature just being a draft on my laptop documents, always forget to print until my flashdisc gone away and detected by virus. So now  i upload this hihi

*this is some picture of my lovely person i ever met! There isn't anything can replace them. Really miss them, some precious moments i'll never forget. And i have another picture of them, who always support me and make me just like today. I very gratefull to have them being my friend-family till today, love you guys....

So on.....

Oke bye, cause tomorrow i have to wake up in early morning for sahur, byeee!!

Sunday, July 6, 2014

Mereka, yang tak pernah bersedih tapi hanya bosan

Kembali lagi di hari minggu, seperti biasa aku dan teman-teman volunteer dari FSG Tunas Bangsa melakukan aksi mingguan kegiatan kami. Di ruang ruri, bangsal anak, RS. Sardjito kami bertemu dengan mereka, yang tak pernah bersedih tapi hanya bosan. Mereka adalah anak-anak kecil penderita penyakit ganas mulai dari kanker, tumor, kista, dan penyakit-penyakit berat lainnya. Setiap kali ku tanyakan kabar mereka, tidak ada yang pernah mengatakan sakit atau kurang sehat, mereka selalu mengatakan sehat dengan wajahnya yang cerita. 

Kegiatan hari ini pun dimulai, hari ini kita memotong-motong bendera negara-negara asean yang dikaitkan ke tiang dan nantinya akan di tusuk di atas gabus. Semua perlengkapan sudah kami sediakan. Hari ini aku berteman dengan Safa, seorang gadis cilik lucu berumur 3,5 tahun dari Kebumen. Ia menderita kista empedu. Hal seperti ini sudah sangat wajar disini. Saat kutanyakan kondisinya sekarang bagaimana, ibunya menjawab, "alhamdulillah safa sehat, cuman sekarang bosan aja udah 17 hari disini, untung ada kakak-kakak, jadi bisa main bersama." *speechless-wannacrybutijustsmiletobothofthem*

Walaupun tangan safa di perban, dia tetep kayak baik-baik aja, tetep bisa nempelin kertasnya dan nancepin tiang benderanya ke gabus. Hebatnya dia juga anaknya gatakut sama orang baru, huu hebaat!
bergaya cibby saat di hendak di foto

Setelah selesai menempel dan mewarnai gabusnya, kami pun berpamitan, safa dan ibunya kembali ke kamar inapnya.

Itulah salah satu cerita, ada beberapa cerita lagi yang dapat memperlihatkan bahwa mereka anak-anak yang hebat, walau sakit secara fisik tetapi secara akal dan mental mereka sehat dan selalu ceria. Aku akan memperlihatkan beberapa foto adek-adeknya di hari yang lalu.




Oh ya aku sungguh sedih, hari ini jovan ulang tahun yang ke-5. Dia udah di rumah sakit selama 3 bulan lebih lamanya, dari pertama kali dia masih ada rambutnya sampai pada hari ini udah botak, hiks :'( Tapi yang ku kagum adalah keceriaannya yang tetap sama dari awal pertama kali ketemu sampai hari ini, sungguh luar biasa. 
Jovan yang gapernah mau di foto (matanya selalu merem saat mau di foto)
Semoga kita yang kondisinya sehat walafiat dapat belajar banyak dari mereka, yang tak pernah bersedih.

My 10 top favourite of coffee shop

The coffee shop is one of my favorite places to visit for do my assignment, meet my friend, place for a meeting a project, wait for someone,...